DIKTATOR CINTA. . . !!

love aorund matrealistic

Proses pacaran pada dasarnya adalah sesuatu yang menyenangkan bagi sebagian insan di dunia, tapi apa yang terjadi seandainya hubungan tersebut harus diwarnai dengan tindakan diktator. Diktator disini bisa terjadi diantara pria atau wanita yang menjalani hubungan tersebut dan gejalanya adalah mulai berkurangnya kebebasan dalam melakukan hal-hal yang sebelumnya sering dilakukan oleh kedua belah pihak sewaktu masi dalam status jomblo.

Diktator cinta adalah sesuatu yang dilambangkan dalam bentuk sifat salah satu pasangan yang berpikir bisa memberikan kebaikan dengan aturan yang dibuat dari sudut pandang sepihak tanpa menghiraukan sudut pandang pasangannya sebelumnnya. Kemungkinan hal ini terjadi biasanya pada pasangan-pasangan yang berbeda tingkat status sosialnya, dalam kurun waktu tertentu hal ini tidak bisa dirasakan oleh karena indahnya masa-masa pacaran di awal hubungan, tapi coba liat setelah waktu berjalan, aturan dan aturan mulai muncul ke permukaan seiring dengan nilai yang mungkin dikeluarkan lebih banyak dirasakan timpang oleh salah satu pasangan dan gejala kurangnya sosialisasi salah satu pasangan dengan kehidupannya dia sebelumnya dikarenakan seluruh waktunya hanyalah digunakan untuk mengikuti aturan yang dibuat oleh pasangannya tersebut.

Apabila salah satu dari pasangan kamu mulai merasa di atas angin, bersiap-siaplah untuk menyambut kediktatoran cinta hadir diantara kalian, diatas angin yang dimaksud disini adalah semua yang bersifat materi yang dikeluarkan oleh salah satu pasangan secara lebih banyak dari dari pasangannya tersebut, sehingga memberikan kesan ” loe udah gw tanggung banyak selama ini, berarti lw harus ngikuti cara yang gw buat “. Petikan kalimat diatas bisa diliat dari bahasa tubuh pasangan kita yang merasa sudah terlalu banyak melakukan “ SPEND MONEY ” kepada pasangannya yang sebenarnya adalah hal tersebut dilakukan memang untuk kebaikan bersama bukan untuk kebaikan individualistis sempit.

Kasus diatas sebenarnya tidak hanya terjadi pada mereka yang masi pacaran, mereka yang sudah menjalani masa berumah-tangga pun tidak luput dari hal ini, tidak peduli mau orang biasa ataupun mereka yang dari golongan kelas 1 seperti artis dan pejabat, karena itu jangan heran bila perceraian sering kali menjadi opsi mereka untuk mendapatkan kehidupan mereka dahulu yang sebelumnya terkunci dalam aturan-aturan sepihak para diktator cinta.

Nah, setelah membaca hal ini adakah yang terlintas di pikiran anda semua bahwa aturan-aturan sempit yang anda terapkan secara paksa dan tersamar pada pasangan anda akan membawa kebaikan untuk keutuhan hubungan anda berdua. 100% ga da jaminan, hal terbaik disini adalah mencoba toleransi pada hal-hal positif mereka dimasa lalu yang secara manusiawi adalah hal yang tidak mungkin dihilangkan semudah membalik telapak tangan,selama itu tidak membahayakan hubungan pacaran/rumah tangga kenapa tidak mencoba memberikan kepercayaan dan kebebasan yang bertanggung jawab kepada pasangan anda bila secara psikologis anda dan pasangan anda adalah pemuja cinta suci yang dilandasi kedewasaan berpikir, karena dengan begitu keutuhan suatu hubungan dapat di pertahankan hingga batas waktu yang panjang dan langgeng.

Jadi andakah sang DIKTATOR CINTA atau bukan ? hanya kedewasaan berpikir kita yang memutuskan apakah kita diktator cinta atau tidak karena sesungguhnya hal tersebut kembali kepada anda-anda semua sebagai pelaku kehidupan ini.

-elmo-

~ by anakbantarankalijangkuk on December 9, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.